Selasa, 11 Juni 2019

self service peminjaman dan pengembalian perpustakaan UM (Malang)


Layanan sirkulasi

NAMA : ALWAFI FARIZI TARIGAN
NIM : 0601173094
JURUSAN: IP-2

SELF SERVICE PEMINJAMAN PENGEMBALIAN PERPUSTAKAAN UNVERSITAS NEGERI MALANG
I.                   PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
self service (layanan mandiri) adalah layanan yang tidak lagi menggunakan tenga kerja manusia tetapi menggunakan alat mesin atau teknologi. Perpustakaan sekarang tidak lagi menggunakan pustakawan tetapi perpustakaan sudah menggunakan alat alat digital misalnya mesin untuk meminjam buku dan memulangkan buku tanpa menggunakan sumber daya manusia nya yang ada di perpustakaan. dibuat perpustakaan digital agar perpustakaan tersebut tidak ketinggalan zaman, yang zaman sekarang sudah serba menggunakan teknologi dan digital. Jadi agara perpustakaan tersebut berkembang maka perpustakaan itu membuat lebih canggih dan efisien untuk digunakan. Di perpustakaan ada merupakan layanan sirkulasi yang mana layanan ini merupakan kegiatan meminjam dan memulangkan sebuah bahan pustaka untuk pemustaka, dulu di perpustakaan untuk meminjam sebuah buku secara manual dan menunggu antrian jika banyak yang meminjam sebuah buku dan juga agak ribet untuk meminjam buku, di masa sekarang dalam meminjam buku tidak lagi kita menunggu lama dalam antrian dan ribet untuk meminjam, tapi sekarang hampir semua perpustakan dalam meminjam dan memulangkan dengan layanan mandiri yaitu mesin untuk meminjam dan memulangkan buku dengan hanya menempelkan buku sudah terpinjam buku tersebut. Ada juga dampak nya untuk layanan mandiri dengan menggunakan digital atau alat canggih, misalnya bahkan kurang nya kinerja sumber daya manusia di perpustakaan comtoh nya pustakawan yang dulu nya sibuk dilayanan sirkulasi, resiko nya jika alat digital nya  rusak maka akan menguarangi biaya anggaran yang ada di perpustakaan tersebut. Nah disini saya akan membahas bagaiaman self service di perpustakaan universitas negeri malang yang telah menggunakan layanan self service (layanan mandiri).

II.                PEMBAHASAN
2.1  sistem rfid.
RFID ( radio frequency identification) adalah sebuah teknologi compact wireless yang diunggulkan untuk mentransformasi dunia konversial. Rfid juga dapat di pandang sebagai suatu cara untuk pelabelan objek objek secara eksplisit untuk memfasilitasi “persepsi” mareka dengan menggunakan peralatan-peralatan komputer. Dan ada juga pengertian lain dari rfid yaitu teknologi penangkapan data yang dapat digunakan secara elektronik untuk mengidentifikasi, melacak dan menyimpan informasi dalam tag rfid. Tadi itu pengertian dari rfid, rfid mempunyai sistem apa itu sistem rfid?. Sistem rfid adalah suatu tipe sistem identifikasi otomatis yang bertujuan untuk memungkinkan data ditransmisikan oleh peralatan portable yang disebut tag, yang dibaca oleh suatu reader RFID dan diproses menurut kebutuhan dari aplikasi tertentu. Data yang ditransmisikan oleh tag dapat menyediakan informasi identifikasi atau lokasi, atau hal-hal khusus tentang produk-produk ber-tag, seperti harga, warna tanggal pembelian, dan lain-lain.
contoh tag RFID
             2.2  Self service peminjaman perpustakaan universitas negeri malang
self service (layanan mandiri) adalah layanan yang tidak lagi menggunakan tenga kerja manusia tetapi menggunakan alat mesin atau teknologi. perpustakaan universitas negeri malang mempunyai layanan sirkulasi, yang mana layanan sirkulasi ada bagian peminjaman. Jadi peminjaman di perpustakaan unm menggunakan self service atau layanan mandiri sudah dibuat dari tahun 2009 oleh anggota perpustakaan. layanan mandiri (self service) dilengkapi dengan komputer yang berjumlah 3 unit atau 5 unit yang di lengkapi dengan scan barcode. Waktu yang diperlukan untuk proses peminjaman mandiri ini rata-rata 60 s.d 90 detik per buku. Untuk meminjam buku dengan layanan mandiri layak nya kayak atm, anggota perputakaan harus mendaftarkan diri ke bagian sirkulasi untuk mendapatkan ID user dan password.
Login ID user menggunakan nomor NIM (nomor induk mahasiswa) yang ada di database, bagi civitas akademik yang belum memiliki dapat mendaftar diri sebagai anggota perpustakaan baru. Petunjuk melakukan layanan mandiri dapat dilihat pada x-banner yang terpasang atau dapat menghubungi petugas layanan sirkulasi. Diingatkan kepada pemakai agar menyimpan kunci personal passwornya. Baca lah dengan seksama pesan pesan dimunculkan pada saat peminjam buku, diantara nya kebenaran buku yang akan pinjam yaitu judul buku, pengarang, kode buku dan nomor bercode buku, yakinkan apakah sudah sesuai dengan identifikasi fisik buku dengan data buku yang ditampilkan. Bila tidak sesuai pilih No ata Ya untuk setuju.
a.       Peminjaman
Setiap mahasiswa mempunyai hak pinjam 3 buku selama 2 minggu dan dapat diperpanjang selama 2 minggu. Dosen, mahasiswa pasca serjana, dan mahasiswa yang sedang menempuh skripsi mempunyai hak pinjam 7 buku untuk jangka waktu 2 minggu dan dapat diperpanjang selama 2 minggu.
2.3 pengembalian buku.
sama juga di pengembalian buku yang menggunakan layanan mandiri atau self service dengan menggunkan 3 atau 5 unit komputer yang dilengkapi dengan perlatan scan bercode untuk pengembalian buku, agar mempermudah untuk pengembalian tanpa menunggu lagi untuk pengembalian buku. Hanya masukkan ID dan password lalu scan buku yang bercode, setelah itu kalau sudah ada judul buku, bentuk fisik buku, maka tinggal klik No atau Ya untuk pengembalian lalu selesai buku sudah dikembalikan ke perpustakaan.
2.4  police privacy (keamanan)
   a.  pengguna
keamana di layanan sirkulasi, setelah pemustaka meminjam buku yang akan dibawa keluar oleh mahasiswa dosen dari gedung perpustakaan harus melalui pemeriksaan yaitu check up data fisik buku dengan data pinjaman pemakai dalam komputer, bila terjadi ketidak sesuaian antara data fisik dengan data buku dalam komputer, buku yang dibawa harus dikembalikan atau diproses peminjaman.
b.      Perpustakaan
Di perpustakaan universitas negeri malang dalam keamanan menggunakan sistem rfid, setiap keluar diperikas dengan alat pendeteksi jika pemustaka membawa buku tanpa meminjam atau mencuri akan ketahuan. Jadi di setiap buku ada scan barcode nya untuk mengetahui buku itu sudah dipinjam atau enggak.
                                   

III.          PENUTUPAN
3.1   kesimpulan
self service (layanan mandiri) adalah layanan yang tidak lagi menggunakan tenga kerja manusia tetapi menggunakan alat mesin atau teknologi. Dalam self service ada juga nama nya sistem RFID, RFID adalah suatu tipe sistem identifikasi otomatis yang bertujuan untuk memungkinkan data ditransmisikan oleh peralatan portable yang disebut tag, yang dibaca oleh suatu reader RFID dan diproses menurut kebutuhan dari aplikasi tertentu.

IV.     DAFTAR PUSTAKA
http//WWW.Digilib.um.ac,id/ perpustakaan digital universitas negeri malang
hidayat rahmad. 2010. teknologi wireless RFID untuk perpustakaan polnes : suatu peluang. Jurnal informatika mulawarman. Vol 5, No. 1 Februari 2010
             

Kamis, 30 Mei 2019

tugas CJR uts sumber informasi sosial humaniora


LAPORAN CRITICAL JURNAL REVIEW

NAMA : ALWAFI FARIZI TARIGAN
NIM : 0601173094
JUSASAN/SEMESTER: ILMU PERPUSTAKAAN/ SEMESTER IV

Judul Artikel              : from the library to the information common an approach to the model’s development in spain

Judul Jurnal                 : dapertement of library science and documentation

Penulis                         : Ana Reyes Pacios

Tahun terbit                 : 2015

Sumber database         : http://emeraldinsight.com

Alamat URL               : https://doi.org/10.1108/NLW-11-2014-0136
Tanggal akses              : 21 juni 2016

BAB I 
PENDAHULUAN
   1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
            Nah ada juga perpustakaan universitas spanyol akan menerapkan jaringan selanjutnya yang disebut rebiun. Pada masa sekarang banyak yang menggunakan sistem atau jaringan baru di berbagai perpustakaan yanag mana agar perpustakaan tersebut lebih maju dan kalau bisa menjadi semua perpustakaan di dunia sudah memiliki digital, agar lebih mempermudah pemustaka untuk meminjam buku dan membaca buku di perpustakaan. contoh pada perpustakaan universitas di spanyol, yang mana perpustakaan unversitas di spanyol tidak mau kalah dengan perpustakaan lainnya, perpustakaan dispanyol akan menerapkan sistem baru untuk mengembangkan perpustakaan universitas, sistem atau teknologi sangat bagus untuk mendapat kan informasi lebih lengkap dan tidak ketinggalan dengan informasi baru di perpustakaan. perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku, tapi perpustakaan sebagai pusat informasi yang dari dulu hingga sekarang, menurut saya artikel ini sangat cocok dengan judul untuk perpsutakaan sebaagai pusat informasi dengan menggunakan sistem sendiri atau baru yang ada di spanyol. Informasi perpustakaan universitas di spanyol bernama common informasi, apa itu common informasi?
Information common (common informasi) adalah sistem informasi seperti perpustakaan fisik atau komunitas online yang ada untuk menghasilkan, melestarikan, dan melestarikan informasi untuk generasi sekarang dan masa depan, yang mana common informasi ini kita sebagai anak zaman kita lebih mengetahui informasi yang baru keluar atau informasi update dan tidak ketinggalan informasi yang baru dan untuk informasi yang akan datang. Bagaimana kita untuk melestarikan dan menghasilkan informasi yang baik tidak informasi belum jelas atau informasi hoax yang informasi masih marak di zaman sekarang. Jadi sangat bagus jika peperpustakaan universistas mengubah sistem informasi menjadi nama common informasi.
                 BAB II 
         PEMBAHASAN
2.1 REVIEW JURNAL
            Dalam artikel ini berjudul “from the library to the information common an approch to the model’s devlopment in spain” jika di artikan artikel yaitu dari perpustakaan untuk inoformasi common sebuah pendekatan untuk pengembangan model di spanyol, yang perpustakaan perguruan tinggi di spanyol akan menggunakan sistem informasi yang baru yaitu common informasi, jurnal terdiri dari 14 halaman, yang mana di artikel mempunyai gambar atau grafik untuk setiap perkembangan dalam penelitian artikel atau jurnal ini membahas tentang mamajukan 37 perpustakaan univeristas di spanyol dengan mengadopsi common informasi, yang mana sebuah perpustakaan dalam pendekatan pengembangan dengan model yang ada di spanyol, karena di spanyol model perpusatakaan kebanyakan mengguna common informasi atau menghasilkan informasi yang lebih banyak di perpustakaan. yang mana common informasi adalah sistem informasi seperti perpustakaan fisik atau komunitas online yang ada untuk menghasilkan, melestarikan, dan melestarikan informasi untuk generasi sekarang dan masa depan. Tujuan artikel untuk mengembangkan perpustakaan dengan menerapkan sistem informasi dengan model LRRC yang akan di pakai perpustakaan spanyol.
             2.2 KEUNGGULAN ARTIKEL    
a. kegayutan antar elemen
menurut saya jurnal nya lumayan bagus, keunggulan dari artikel dapat lihat dari pengantar bahwa perpustakaan unvesitas akan mengubah model dalam pengembangan perpustakaan yang ada dispanyol dengan sistem informasi yaitu common informasi yang mana ini diterapkan di perpustakaan universitas spanyol.  dalam keunggulan nya selanjuutnya penulis dalam menulis artikel menggunakan hasil survey atau angket untuk mengetahui bagaimana gamabaran untuk merubah untuk mengembangkan sistem model LRRC, dan dalam atikel membuat juga grafik untuk memngetahui peningkatan yang terjadi jika menggunakan sistem yang akan diubah apakah bisa diterapkan atau tidak.
b. organalitis temuan
menurut saya dalam membuat artikel dengan pemikiran sendiri, karena penulis artikel lebih teliti dalam penelitian. Dalam penelitian penulis juga bagus dalam membuat metode penelitian, karena sesuai dengan dengan judul.
c. kemuktahiran masalah
keunggulan dari kemuktahiran masalah dari artikel tersebut lumayan bagus, keunggulan dari pembahasan di artikel tersebut bagus untuk diterapkan di semua perpustakaan, karena sistem common informasi dengan model LRRC yang mana model yang akan terapkan di perpustakaan spanyol sangat bagus agar perpustakaan dapat menghasilkan lebih banyak informasi. perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku tetapi perpustakaan sebagai pusat informasi.
 2.3 KELEMAHAN ARTIKEL
                        a. kagayutan antar elemen.
Menurut saya, penulisan dari artikel masih belum jelas dan tepat itu membuat pembaca tidak paham apa maksud dari artikel tersebut. Dalam artikel tersebut masih juga kurang pembahasan mengenai teori teori dan artikel hanya membahas tentang perpustakaan spanyol. Seharusnya artikel tersebut membuat perbandingan dengan perpustakaan yang lain. Kelemehan selanjutnya, artikel ini hanya membahas tentang hasil penelitian nya saja misalnya hasil survey dan tidak dalam bab itu pembahahsan jadi dari pengantar langsung hasi motede penelitian saja. Antar paragraph masih ada tidak nyambung dengan judul artikel nya.
            b. originalitas temuan
kelemhanan pada bagian originalitas temuan pada penelitian diartikel yaitu penulis hanya membuat tujuan bagaimana gambaran untuk membuat perkembangan perpustakaan universitas di sapanyol dengan sistem common informasi dengan model LRRC. Jadi penulis tidak membuat dampak nya menggunakan sistem tersebut dan bagaiman masa yang akan menggunakan sistem informasi tersebut, tapi menggunakan common informasi bagus karena kita dapat menghasilkan informasi lebih banyak dari perpustakaan.
            c. kemuktahiran masalah
menurut saya kelemahan dalam kemuktahiran masalah hanya sedikit, pada bagian perpustakaan universitas spanyol akan merapkan model LRRC. Nah disitu LRRC tidak dijelaskan oleh penulis dan itu masih bingung apa sih itu LRRC. Jadi itu membuat pembaca jadi tidak paham model seperti apa LRRC jika diterapkan di perpustakaan spanyol.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pada masa sekarang perpustakaan sudah banyak yang berkembang dan maju, bukan hanya itu sudah banyak perpustakaan menggunakan sistem yang berbeda dengan model yang berbeda. Jadi dengan ada nya commen informasi dengan model LRRC menjadikan perpustakaan tidak ketinggalan dengan informasi. untuk itu perkembangkan perpustakaan dengan menerapkan sistem yang baik sebagai sistem informasi, karena perpustakan bukan hanya tempat membaca dan minjam buku tetapi tempat pusat menemukan informasi. jadi lestarikan informasi yang baik dan benar di perpustakaan.
Jadi dapat disimpulkan dari cjr ini bahwa setiap jurnal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam membuat jurnal. Tidak ada jika membuat jurnal itu yang sempurna dan juga dalam penelitian tidak ada yang lengkap pasti dalam penelitian ada kekurangan dan kelebihan dalam melakukan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

              Pacios reyes ana. (2015). from the library to the information common an approach to the model’s development in spain, vol. 116, 358-368.


 

Kamis, 04 April 2019

Sumber informasi primer


SUMBER INFORMASI PRIMER
Perpustakaan bukan hanya sebagai peminjaman buku dan membaca, tapi perpustkaan juga sebagai mencari sumber informasi yang baru dan yang lama. Tanpa ada perpustakaan kita susah mencari informasi secara lengkap melalui buku dan bahan pustaka lain nya. pasti semua membutuhkan informasi yang lengkap agar tidak terjadi nya inforamasi enggak jelas (hoax) apa itu sumber informasi? Sumber informasi adalah media yang berperan penting bagi seseorang dalam menentukan sikap dan keputusan untuk bertindak. Dan ada juga pengertian lain dari sumber informasi. Apa itu informasi? Nah disini akan menjawab informasi itu apa, informasi menurut estrabook yang di kutip oleh pawit M Kusup adalah suatu rekaman dan fenomena yang diamati atau berupa putusan-putusan yang dibuat
Sumber inforamasi adalah segala sesuatu yang menjadi perantara dalam menyampaikan informasi, media inforamasi untuk komunikasi massa. Sumber informasi dapat ditemukan melalui media cetak (surat kabar, majalah dan buku), media elektronik (televisi, radio dan internet), dan melalui kegiatan tenaga kesehatan seperti pelatihan yang di adakan. Nah disini saya akan membahas sumber informasi di perpustakaan, jadi bukan hanya diluar aja yang mempunyai informasi, di perpustakaan juga banyak sumber informasi yang kita tidak ketahui.
Sebagai pusat sumber informasi, perpustakaan secara tradisional berfungsi menyediakan berbagai sumber informasi untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Sumber sumber informasi yang sediakan terekam dalam berbagai jenis media seperti kertas, mikrofis, mikrofilm dan piringan magnetik. Dalam perkembangan nya, perpustakaan modern tidak lagi hanya mengandalkan sumber-sumber informasi yang dimilikinya sendiri, tetapi juga menawarkan sumber informasi yang tersimpan di tempat lain perkembangan pesat di bidang teknologi informasi yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikai telah memungkinkan sumber-sumber informasi berbasis elektronik dapat dipenuhi pada waktu yang hampir bersamaan dengan saat dipublikasikan.
Sumber informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber dan saluran informasi. Perpustakaan sebagai sumber informasi utama yang telah di jelaskan sebelumnya terdapat pula internet yang kini umu digunakan sebagai sumber informasi. Sumber informasi memiliki jenis jenis nya yaitu sumber informasi primer skunder dan tresier, nah disini hanya membahas jenis sumber informasi primer. Sumber primer adalah informasi yang dihasilkan langsung dari tangan pertama sumbernya dan belum terjadi perubahan nuansa atau intrepetasi, contoh nya adalah dokumen yang dikeluarkan pemerintah atau statistik. Sumber informasi primer ada juga jenis atau contoh dari sumber informasi primer yaitu:
1.                    1. ensiklopedia
Ensiklopedia dapat didefinisikan sebagai: “sebuah karya ilmiah berisi informasi yang sangat luas, dalam berbagai bidang pengetahuan, dan biasanya disusun secara alphabetis subyek atau nama”. Istilah “sangat luas” bukan berarti semuanya. Istilah tersebut hanyalah menggambarkan sebagai sesuatu yang sangat luar biasa, seperti dengan istilah yang digunakan oleh diderot, bahwa sebuah ensiklopedia memilki nilai yang bersifat mistisius.
2.                      2. Kamus
Kamus berisi daftar kata dasar suatu bahasa yang disusun menurut abjad. Kamus yang baik disertai dengan keterangan mengenai bentuk, tanda baca, fungsi, asaln-usul atau sejarah kata, arti, sinonim, antonim, sintaksis dan ungkapan tiap kata. Menurut isinya kamus dibagi menjadi 2 yaitu: kamus umum dan kamus khusus.
3.                  3.  Almanak dan buku tahnunan
Almanak adalah buku yang memuat informasi tentang data atau statistik yang berkaitan dengan negara, kejadian, pejabat, subjek dan kehidupannya. Banyak almanak subyek yang diterbitkan secara tahunan atau tengah tahunan, yang kadang-kadang disebut dengan yearbook atau annuals atau buku tahunan. Biasanya almanak memiliki bahasan yang lebih umum dibanding dengan buku tahunan. Ada almanak yang disusun secara kronologis, berdasarkan waktu yang umumnya memuat informasi mengenai ramalan-ramalan cuaca, data statistik organisasi atau lembaga, dan catatan-catatan mengenal kejadian atau peristiwa yang nyata dan bersifat mutakhir.
4.              4. Buku pegangan dan  manual
Antara buku pegangan dan manual sulit untuk dibedakan, keduanya seringkali dianggap sebagai sinonim, atau karena kesulitan untuk memberikan definisi sehingga keduanya disebut kompendium. Buku pegangan (handbook) berisi informasi mengenai petunjuk dan identifikasi suatu masalah secara mendasar. Buku ini banyak memuat keterangan dan informasi yang berupa tabel-tabel, simbol, formula dan istilah yang berkaitan dengan suatu subjek yang dibahasnya.
5.               5. Biografi
The Concise Oxford Dictionary dengan ringkas memberikan definisi biografi sebagai penulisan tentang kehidupan sesorang. Lebih lengkap lagi biografi dapat dijelaskan sebagai penulisan kehidupan seseorang yang diperoleh dari ingatan, dari bahan tertulis atau secara lisan.
Kesimpulannya bahwa perpustakaan banyak memiliki sumber informasi yang kita tidak ketahui, sumber informasi bukan hanya dari luar tapi bagian geung tedapat banyak informasi. Apalagi pada zaman sekarang oarng sudah biasa menggunakan sumber informasi dari internet dan itu lebih mudah untuk dicari dari internet. Sumber informasi bukan hanya di dapat dari internet tapi bisa juga dari dari buku dan masih banyak lagi. Jadi perpustakaan dapat menjadi sumber informasi yang begitu banyak bukan hanya dari buku tapi dari bahan pustaka lainnya yang di perpsutakaan. 


Daftar Pustaka


Meidiana R. 2017. Pemanfaatan sumber informasi oleh pemustaka di perpustakaan hukum daniel S. LEV (skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Noor M. U. 2012. Kebutuhan pengguna perpustkaan divisi perencanaan dan strategi PT Bank Indonesia (skripsi). Depok: universitas indonesia
Subrata G. 2009. Kajian Ilmu Perpustakaan: Literatur Primer, skunder, tresier. Pustakawan Universitas Negeri Malang.










   

self service peminjaman dan pengembalian perpustakaan UM (Malang)

Layanan sirkulasi NAMA : ALWAFI FARIZI TARIGAN NIM : 0601173094 JURUSAN: IP-2 SELF SERVICE PEMINJAMAN PENGEMBALIAN PERPUSTAKAA...